30.2 C
Jakarta
Senin, Juni 22, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALTerowongan Silaturahim Istiqlal-Katedral, Wujud Nyata Harmoni Beragama di Jakarta

Terowongan Silaturahim Istiqlal-Katedral, Wujud Nyata Harmoni Beragama di Jakarta

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto, secara resmi membuka Terowongan Silaturahim yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral di Jakarta, Kamis (12/12). Presiden menyampaikan bahwa terowongan ini merupakan simbol penting dari harmoni dan persatuan bangsa.

“Peresmian Terowongan Silaturahim ini menjadi lambang berharga atas kerukunan yang telah menjadi ciri bangsa kita. Ini membuktikan bahwa keberagaman tidak pernah menjadi penghalang bagi kita untuk bersatu,” ujar Presiden.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengungkapkan bahwa proyek ini dilaksanakan atas arahan Presiden RI ke-7, Joko Widodo, pada tahun 2020. Terowongan ini dibangun untuk mempermudah akses antara kedua rumah ibadah sekaligus menyediakan fasilitas parkir yang tidak mengganggu lalu lintas di sekitar area.

“Kami berharap Terowongan Silaturahim ini bisa mempermudah jamaah dari kedua tempat ibadah, sekaligus menjadi simbol nyata toleransi antarumat beragama,” ujar Menteri Agama dikutip dari laman kemenag.

Terowongan Silaturahim Istiqlal-Katedral, Wujud Nyata Harmoni Beragama di Jakarta
Menteri Agama, Nasaruddin Umar bersama para tokoh lintas agama dan pejabat berjalan menyusuri Terowongan Silaturahim yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral di Jakarta, Kamis (12/12/2024). (katafoto/HO/Kemenag)

Proyek ini juga mencakup pembangunan area parkir bersama dengan kapasitas hingga 1.000 kendaraan, yang dapat digunakan oleh jamaah Masjid Istiqlal maupun Gereja Katedral. Selain itu, terdapat shelter di kedua sisi terowongan dan lanskap yang memperindah area tersebut.

Di dalam terowongan, instalasi seni karya seniman nasional Sunaryo menjadi salah satu daya tarik. Instalasi bertema Wat Hati atau “Jembatan Hati” ini terpilih melalui kompetisi.

“Filosofi dari terowongan ini adalah pengingat akan pentingnya toleransi, dengan diorama yang menggambarkan sejarah hubungan harmonis antarumat beragama di Indonesia,” ujar Menteri Agama.

Terowongan ini juga menampilkan suara simbolik dari berbagai agama yang dikombinasikan dengan pencahayaan artistik sepanjang reling, mencerminkan simbolisasi jabat tangan antaragama.

Menteri Agama berharap Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral bisa menjadi lambang kebahagiaan bersama, terutama menjelang perayaan Hari Natal.

“Dengan kapasitas parkir hingga seribu kendaraan, fasilitas ini diharapkan dapat memberi kenyamanan bagi jamaah kedua rumah ibadah,” tutupnya.

Baca Juga

Tiongkok Terapkan Aturan Baru Kendaraan Listrik, Baterai Tak Boleh Lagi Meledak

Pemerintah Tiongkok akan mulai memberlakukan dua standar nasional wajib...

Jangan Lewatkan, Wisata Ragunan Gratiskan Tiket Masuk pada Tanggal Ini

Jakarta - Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Pasar Minggu, Jakarta...

Gen Z Diminta Waspada, Algoritma Media Sosial Bisa Mengarahkan Opini Publik

Bogor - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengajak masyarakat,...

Bekas Gigitan Nyamuk Tak Kunjung Hilang? Coba Cara Ampuh Ini

Gigitan nyamuk sering kali meninggalkan rasa gatal, kemerahan, hingga...

Pelabuhan Tanjung Priok Sesak, Hampir 10 Ribu Kontainer Menumpuk

Jakarta - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini