32.7 C
Jakarta
Selasa, Juli 28, 2026
BerandaKATA BERITASENI BUDAYA“Mencari Semar”: Ketika Wayang dan Teknologi Bertemu di Panggung Teater Koma

“Mencari Semar”: Ketika Wayang dan Teknologi Bertemu di Panggung Teater Koma

Jakarta – Teater Koma akan mementaskan lakon terbarunya bertajuk “Mencari Semar”, sebuah karya fantasi yang memadukan mitologi Jawa dengan cerita futuristik. Pementasan ini akan berlangsung di Ciputra Artpreneur Theater, Jakarta, mulai 13 hingga 17 Agustus 2025.

Disutradarai dan ditulis oleh Rangga Riantiarno, “Mencari Semar” mengangkat isu pergeseran nilai dalam kehidupan modern yang kini semakin dikuasai oleh kecanggihan teknologi. Rangga menyoroti bagaimana kehadiran teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan robotik memengaruhi sisi kemanusiaan.

“Kita lihat banyak orang bicara soal AI dan robot. Ketika manusia pelan-pelan berubah seperti robot, sosok bijak seperti Semar—atau suara hati dalam diri—mulai menghilang,” kata Rangga dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (31/07).

Lakon ini menyuguhkan pengalaman teatrikal yang imersif melalui perpaduan narasi kuat, visual artistik, musik, tarian, dan teknologi panggung. Cerita ini menghadirkan dunia pewayangan yang terjebak dalam masa depan tanpa arah, berjuang menemukan kembali makna kebijaksanaan.

“Mencari Semar”: Ketika Wayang dan Teknologi Bertemu di Panggung Teater Koma
(Ki-Ka) Program Manager Bakti Budaya Djarum Foundation, Billy Gamaliel, Produser Teater Koma, Ratna Riantiarno, Penulis dan Sutradara Mencari Semar, Rangga Riantiarno dan Skenografi dan Multimedia, Deden Bulqini saat konfrensi pers Teater Koma bertajuk “Mencari Semar” di Galeri Indonesia Kaya Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (31/07/2025) (katafoto/Fery Pradolo)

“Semar bukan hanya tokoh dalam pewayangan. Ia adalah simbol suara rakyat, penjaga harmoni, dan representasi nilai-nilai luhur yang semakin kita butuhkan di tengah dunia yang berubah cepat,” tambahnya.

Pementasan “Mencari Semar” merupakan produksi ke-235 Teater Koma, bekerja sama dengan Bakti Budaya Djarum Foundation. Penata artistik Deden Bulqini turut terlibat dengan menghadirkan konsep visual panggung yang dinamis dan interaktif.

“Seni mampu menyentuh dan menjembatani generasi untuk mengenal dan mencintai budaya bangsa,” ujar Billy Gamaliel, Manajer Program Bakti Budaya Djarum Foundation.

Ciri khas Teater Koma tetap dipertahankan dalam pementasan ini: kostum warna-warni, lagu-lagu jenaka, tarian teatrikal, dan humor kritis yang menyentil kondisi sosial masa kini.

Produser “Mencari Semar”, Ratno Riantiarno, menyampaikan bahwa pertunjukan ini menjadi ruang ekspresi kreatif sekaligus ajakan untuk tetap berpijak pada budaya lokal.

“Mencari Semar”: Ketika Wayang dan Teknologi Bertemu di Panggung Teater Koma
Produser Teater Koma, Ratna Riantiarno (kedua kiri), Program Manager Bakti Budaya Djarum Foundation, Billy Gamaliel Penulis dan Sutradara Mencari Semar, Rangga Riantiarno dan Skenografi dan Multimedia, Deden Bulqini saat konfrensi pers Teater Koma bertajuk “Mencari Semar” di Galeri Indonesia Kaya Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (31/07/2025) (katafoto/Fery Pradolo)

“Ini adalah perpaduan antara imajinasi, kecintaan terhadap budaya, dan keberanian menghadapi masa depan tanpa kehilangan akar,” ujar Ratno.

Kisah Futuristik Penuh Makna

Lakon “Mencari Semar” berkisah tentang Semar, punakawan legendaris yang kini telah pensiun dan menyimpan pusaka sakti bernama Kalimasada dalam tubuhnya. Sementara itu, Kekaisaran Nimacha—sebuah peradaban futuristik yang hidup berdasarkan Perintah Utama—terancam punah akibat perintah tersebut terus-menerus ditulis ulang.

Lima agen dari kekaisaran ditugaskan mencari solusi dan menemukan catatan sejarah tentang Kalimasada. Mereka meyakini pusaka itu dapat menulis ulang Perintah Utama dan menyelamatkan kekaisaran. Para agen pun melakukan misi untuk menemukan Semar dan membawanya ke Ruang Putih, ruang ilusi yang dirancang untuk menarik keluar kekuatan Kalimasada dari tubuhnya.

“Mencari Semar”: Ketika Wayang dan Teknologi Bertemu di Panggung Teater Koma
Program Manager Bakti Budaya Djarum Foundation, Billy Gamaliel, Produser Teater Koma, Ratna Riantiarno, Penulis dan Sutradara Mencari Semar, Rangga Riantiarno dan Skenografi dan Multimedia, Deden Bulqini dan para pemain foto bersama usai konfrensi pers Teater Koma bertajuk “Mencari Semar” di Galeri Indonesia Kaya Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (31/07/2025) (katafoto/Fery Pradolo)

Tiket dan Informasi Pertunjukan

Pertunjukan teater “Mencari Semar” akan digelar setiap hari mulai 13–17 Agustus 2025. Tiket dijual dengan harga mulai dari Rp100.000 hingga Rp850.000 dan dapat dibeli melalui situs resmi Teater Koma di teaterkoma.org serta platform penjualan tiket lainnya.

Baca Juga

Range Rover Sport Electric Segera Meluncur, Tenaganya Diklaim Lebih Buas dari Sebelumnya

Range Rover bersiap menghadirkan penyegaran untuk Range Rover Sport...

AI Picu Gelombang PHK, Pakar Sebut Pekerja Harus Cepat Beradaptasi

Jakarta - PHK akibat adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI)...

Dua Anak Harimau Sumatra Kembali Terekam Kamera di Kerinci Seblat

Jakarta - Kamera jebak (camera trap) kembali menangkap pergerakan...

ATR/BPN Kebut Sertifikasi 1,1 Juta Rumah MBR, Ini Skema yang Disiapkan

Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional...

Bandara Husein Sastranegara Siap Dibuka Lagi, Enam Maskapai Antre Beroperasi

Bandung- PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memastikan seluruh...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini