Kalimantan Selatan – Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Peresmian tersebut dipusatkan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/1). Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu wujud komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan sosial.
Acara peresmian diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Suasana semakin semarak ketika para siswa Sekolah Rakyat menampilkan atraksi baris-berbaris dengan formasi rapi.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video bertajuk Manifesto Sekolah Rakyat yang menggambarkan nilai, semangat, serta visi pendidikan yang diusung program tersebut. Para siswa menampilkan pertunjukan teatrikal yang merefleksikan perjalanan hidup dan harapan peserta didik Sekolah Rakyat dalam meraih masa depan yang lebih baik.
Di sela pertunjukan, perwakilan siswa menyerahkan sebuah novel hasil karya bersama kepada Presiden Prabowo. Momen membanggakan juga terlihat saat empat siswa Sekolah Rakyat menyampaikan pidato dalam empat bahasa asing, yakni bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, dan Arab.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengapresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Ia menilai program tersebut sebagai langkah terobosan dan keputusan berani dalam upaya pemerataan pendidikan nasional.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur, baik kementerian, lembaga, maupun elemen masyarakat, yang telah bekerja keras mewujudkan langkah ini. Menurut saya, ini adalah terobosan dan keputusan yang berani. Terus terang saya merasa bangga dan terharu melihat dampak dari upaya yang kita lakukan bersama,” ujar Presiden Prabowo.
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam laporannya menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan gagasan langsung Presiden Prabowo yang dirancang untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. Program tersebut mulai beroperasi sejak Juli tahun lalu di sejumlah wilayah.
“Secara keseluruhan terdapat 166 titik Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota di Indonesia. Program ini menampung 15.954 siswa, didukung oleh 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan,” kata Mensos.

